MEDAN – Rektor Universitas Al-Azhar Medan, Assoc. Prof. Dr. Ir. Mawardi, S.T., M.T., secara resmi melepas lebih dari 500 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di tiga kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Batu Bara, Deli Serdang, dan Langkat.
Acara pelepasan berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026, di lingkungan Universitas Al-Azhar Medan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para mahasiswa untuk memulai salah satu bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penyematan rompi dan topi KKN kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya pelaksanaan pengabdian di tengah masyarakat.
Para mahasiswa nantinya akan ditempatkan di sejumlah desa di tiga kabupaten tersebut. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjalankan berbagai program yang telah dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa.
Rektor: Jangan Hanya Datang, tetapi Harus Memberikan Manfaat
Rektor Universitas Al-Azhar Medan, Assoc. Prof. Dr. Ir. Mawardi, S.T., M.T., dalam arahannya menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik untuk memenuhi kewajiban mahasiswa, tetapi merupakan kesempatan untuk belajar secara langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata.
“KKN ini bukan hanya sekadar menjalankan program akademik, tetapi bagaimana mahasiswa bisa hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat. Saudara-saudara harus mampu membawa nama baik Universitas Al-Azhar Medan serta menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kepedulian dan kemampuan untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Mawardi.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta KKN agar tidak merasa paling tahu ketika berada di tengah masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa diminta untuk mau mendengar, memahami kondisi masyarakat, dan membangun komunikasi serta kerja sama dengan berbagai pihak.
“Ketika berada di desa, jangan merasa datang sebagai orang yang paling pintar. Dengarkan masyarakat, pahami persoalan yang mereka hadapi, kemudian bersama-sama mencari solusi. Jadikan KKN sebagai ruang untuk belajar, mengabdi dan berkolaborasi,” pesannya.
Menurut Mawardi, mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari masyarakat selama menjalankan KKN. Karena itu, sikap sopan santun, etika, kedisiplinan, tanggung jawab dan semangat gotong royong menjadi hal penting yang harus dijaga.
“Jaga etika, jaga sikap dan jaga nama baik almamater. Bangun hubungan yang baik dengan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh masyarakat. Saya berharap kehadiran mahasiswa Universitas Al-Azhar Medan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan momentum KKN untuk mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan. Sebab, menurutnya, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Dorong Program yang Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan program yang bersifat edukatif, sosial, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, kesehatan, ekonomi, maupun kegiatan lain yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa masing-masing.
Universitas Al-Azhar Medan berharap keberadaan lebih dari 500 mahasiswa tersebut dapat menjadi energi positif bagi masyarakat di Kabupaten Batu Bara, Deli Serdang dan Langkat.
Di sisi lain, kegiatan KKN juga diharapkan memberikan pengalaman berharga kepada mahasiswa dalam memahami berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat secara langsung.
Dengan diterjunkannya ratusan mahasiswa ke tiga kabupaten tersebut, Universitas Al-Azhar Medan menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Program KKN Tahun 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu melahirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Saya berharap seluruh mahasiswa kembali nanti bukan hanya membawa cerita tentang apa yang mereka lakukan, tetapi juga membawa pengalaman, pembelajaran dan rasa kepedulian yang lebih besar terhadap masyarakat. Jadilah mahasiswa yang hadir untuk memberi manfaat,” pungkas Mawardi.Red
