Langkat, 5 Desember 2025 — Akses sulit dan medan ekstrem tidak menghalangi kepedulian. Tim medis dari Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kabupaten Langkat serta Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA) berhasil menembus desa-desa terisolir terdampak banjir di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Di dua titik lokasi—Dusun Paluh Mardan dan Dusun Tridarma, Desa Pematang Cengal—tim melaksanakan layanan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, serta membagikan obat-obatan, susu formula, dan pampers bayi, Jumat (5/12/2025).
Layanan medis diberikan langsung oleh dr. Ilham Syahputra dan dr. Amien Ahsal, yang turut didampingi bidan dan perawat Auna serta Zenita Sari. Kehadiran tim medis juga dikawal oleh Ketua DMDI Langkat Agung Kurniawan, Koordinator PERMADA Ariswan, serta Andre selaku Sekretaris Loyalis Bang Ondim. Di lapangan, tokoh pemuda lokal—Arrahim Ndut, Jian, dan Asmidar—membantu menyediakan lokasi serta mengerahkan masyarakat agar memperoleh layanan kesehatan.
Meski debit air mulai surut, kebutuhan obat-obatan masih sangat mendesak, terutama untuk penyakit kulit dan gatal-gatal yang meningkat drastis sejak banjir melanda lebih dari sepekan terakhir.
Menembus Medan Ekstrem Demi Bantuan Kemanusiaan
Agung Kurniawan mengisahkan perjalanan rombongan yang penuh tantangan. Dari Medan menuju Desa Kebun Kelapa, rombongan harus menyeberang menggunakan perahu getek ke Desa Pantai Cermin, melanjutkan perjalanan ke Paluh Merbau melalui jalur tergenang, naik rakit buatan warga menuju Jembatan Paluh Madinah, lalu kembali menempuh perjalanan dengan sampan motor menuju Dusun Tridarma.
“Medannya sangat sulit, tapi warga lebih membutuhkan pertolongan. Itu yang membuat kami tetap harus datang,” ujar Agung.
Hal senada disampaikan Ariswan. Ia mengaku terharu melihat kondisi warga yang rumahnya masih terendam, bahkan sebagian terpaksa tinggal di tenda-tenda di pinggir jalan. “Pemandangan itu menyayat hati. Karena itu kami harus tetap hadir membawa bantuan,” tegasnya.
Warga Antusias, Keluhan Didominasi Penyakit Kulit
Setibanya di lokasi, puluhan warga langsung memadati titik pengobatan. Keluhan terbanyak adalah gatal-gatal dan iritasi kulit di bagian kaki, akibat terlalu lama terpapar air banjir.
Dalam wawancara, dr. Ilham Syahputra dan dr. Amien Ahsal menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal. Mereka berkomitmen kembali pekan depan dengan membawa tambahan obat-obatan khusus penyakit kulit yang sangat.Red

