Belawan — Suasana Coffee Morning yang digelar di Aula Yos Sudarso, Mako Koarmada I Belawan, Senin (18/05/2026), mendadak menjadi sorotan publik. Kegiatan yang mempertemukan unsur TNI-Polri, pemerintah, serta stakeholder kemaritiman itu awalnya membahas keamanan dan kenyamanan masyarakat Belawan, termasuk persoalan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir tersebut.
Pertemuan santai namun penuh makna itu bertujuan memperkuat komitmen bersama antara aparat keamanan, pemerintah, dan unsur kemaritiman dalam menjaga stabilitas wilayah Belawan dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Tak hanya fokus pada persoalan di Belawan, TNI-Polri bersama pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memberantas berbagai bentuk aksi kejahatan yang terjadi di luar kawasan Belawan.
Namun di sela kegiatan tersebut, perhatian publik turut tertuju pada beredarnya rencana aksi dari Presidium Masyarakat Medan Utara dan Gerakan Rakyat Berantas Korupsi yang mengusung tagline “Suara dari Utara”. Gerakan tersebut disebut membawa “alarm interpelasi” terhadap kepemimpinan Rico-Zaky di Pemerintah Kota Medan.
Melalui pesan WhatsApp yang diterima sejumlah awak media, Saharuddin menyampaikan bahwa aksi yang digelar memang diikuti massa dalam jumlah terbatas. Namun menurutnya, aksi tersebut berhasil menciptakan momentum politik yang kuat.
“Walaupun massa yang hadir sangat minim dan terbatas, tetapi aksi ini telah menghasilkan momentum alarm interpelasi yang sangat kuat,” ujar Saharuddin dengan penuh semangat.
Ia juga menyebutkan bahwa pernyataan sikap yang mereka bawa diterima dengan baik oleh pihak Kecamatan Medan Belawan. Selain itu, dokumen tersebut juga telah diserahkan langsung kepada Hadi Suhendra dalam sebuah kesempatan silaturahmi di Belawan Coffee.
Saharuddin menambahkan, pihaknya kini terus membangun komunikasi dengan sejumlah unsur partai politik guna mendorong hak interpelasi terhadap Pemerintah Kota Medan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
“Kami berharap hak interpelasi ini dapat terwujud sebagai momentum audit kinerja bagi Pemko Medan. Kami akan terus bersuara,” tegasnya.
Aksi dan gerakan “Suara dari Utara” itu pun kini menjadi perhatian masyarakat Medan Utara, terutama di tengah berbagai persoalan sosial dan infrastruktur yang masih menjadi keluhan warga.Red

