INALUM Gelar Workshop ICMESH, Perkuat Budaya K3LH di Area Operasional

Spread the love

BaraBatu — PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menggelar Workshop Implementasi Integrated Contractor Management Environment Safety & Health (ICMESH) pada Selasa (21/01/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perusahaan kontraktor kerja sama INALUM ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta meningkatkan kepatuhan pengelolaan lingkungan hidup di seluruh area operasional industri aluminium perusahaan.

Sebagai industri dengan risiko operasional yang tinggi, INALUM menekankan pentingnya keseragaman pemahaman terkait penerapan standar K3LH (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup) di setiap tahapan pekerjaan. Workshop ini dirancang untuk menyelaraskan prosedur dan komitmen antara INALUM dan kontraktor, memastikan tidak ada celah dalam pengelolaan risiko yang dapat mengganggu kelancaran operasi maupun berdampak pada keselamatan pekerja serta kelestarian lingkungan.

Dalam paparan teknis yang disampaikan oleh tim K3LH INALUM, dijelaskan bahwa ICMESH merupakan sistem digital terintegrasi yang dirancang untuk mensinergikan tiga komponen utama: proses audit berkala, penilaian kinerja K3LH berbasis indikator kuantitatif dan kualitatif, serta pelaporan secara real-time. Sistem ini memungkinkan pengelolaan data yang lebih sederhana, transparan, dan akurat, mulai dari kelengkapan administrasi izin kerja, kesiapan kompetensi pekerja, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan, hingga protokol respons terhadap potensi insiden kerja dan dampak lingkungan.

“Implementasi ICMESH bukan hanya tentang memenuhi kewajiban regulasi nasional maupun standar industri internasional, tetapi lebih pada pembangunan budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Harapannya, seluruh kontraktor dapat berada pada satu frekuensi dalam penerapan standar K3LH, sehingga kita bersama-sama menjaga integritas operasi dan keamanan setiap individu yang terlibat,” ujar salah satu narasumber dari divisi Manajemen Risiko dan K3LH INALUM dalam sesi pemaparan.

Selain materi teknis, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kendala operasional yang dihadapi di lapangan, mulai dari kesiapan infrastruktur teknologi untuk mengakses sistem, kebutuhan pelatihan tambahan bagi tenaga kerja, hingga penyesuaian prosedur internal dengan standar yang ditetapkan dalam ICMESH. Tim INALUM secara langsung merespons setiap masukan dan menjelaskan langkah-langkah dukungan yang akan diberikan dalam tahap implementasi bertahap.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, INALUM menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang berperan aktif dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Perusahaan juga menekankan bahwa aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan elemen penting yang menentukan keberlangsungan bisnis dan kontribusi positif perusahaan bagi masyarakat serta negara.

Dengan penerapan sistem ICMESH yang lebih terukur dan terpadu, diharapkan dapat menekan angka risiko kecelakaan kerja secara signifikan, meningkatkan tingkat kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup, serta menghadirkan proses kerja yang lebih efisien dan hemat biaya bagi seluruh pihak yang terlibat.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *