Batubara – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Rabu(4/3). Di balik jeruji besi dan tembok yang menjulang tinggi, momen Ramadhan dimaknai sebagai ruang untuk mempererat kembali tali silaturahmi yang selama ini terpisah oleh batas pembinaan.
Sejak sore hari, keluarga warga binaan mulai berdatangan ke lingkungan lapas. Mereka dengan tertib mengantre dan mengikuti alur pemeriksaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Petugas lapas tampak sigap mengarahkan para pengunjung demi memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan buka bersama ini digelar sebagai bentuk perhatian sekaligus upaya pembinaan yang menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam proses perubahan perilaku warga binaan pemasyarakatan (WBP). Aula lapas yang telah dipersiapkan menjadi tempat berkumpulnya para WBP dengan keluarga mereka dalam suasana sederhana namun penuh makna.
Kepala Lapas Labuhan Ruku menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat ikatan keluarga sebagai fondasi utama dalam proses reintegrasi sosial. Menurutnya, hubungan emosional yang terjaga menjadi modal penting bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Kami menyadari bahwa dukungan keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam proses perubahan perilaku WBP. Melalui kegiatan buka bersama ini, kami ingin menghadirkan suasana yang lebih humanis dan mempererat kembali hubungan antara WBP dan keluarganya,” ujar Kalapas.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa. Tangis haru tak terbendung saat adzan Maghrib berkumandang dan warga binaan dapat menikmati hidangan berbuka puasa bersama orang-orang terkasih setelah sekian waktu terpisah oleh aturan pembinaan.
Bagi keluarga, kesempatan tersebut memiliki arti mendalam. Salah satu keluarga WBP berinisial A mengaku bersyukur dapat berbuka puasa bersama anggota keluarganya di dalam lapas, meski dalam keterbatasan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Lapas yang telah memberikan kesempatan untuk berbuka bersama. Ini menjadi penyemangat bagi keluarga kami yang sedang menjalani pembinaan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi potret pendekatan pemasyarakatan yang menempatkan aspek kemanusiaan sebagai pijakan utama. Di tengah keterbatasan ruang dan aturan, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku terus berupaya menjaga jembatan emosional antara warga binaan dan keluarga, sebagai elemen krusial dalam membangun harapan baru dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat setelah masa pidana usai.Ms

