{"id":3479,"date":"2025-09-16T09:51:21","date_gmt":"2025-09-16T09:51:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/?p=3479"},"modified":"2025-09-16T09:51:21","modified_gmt":"2025-09-16T09:51:21","slug":"sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Batu Bara (16\/09\/2025)<\/strong> \u2013 <em>Ribuan hektare sawah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, sudah tidak bisa ditanami padi sejak 2022.<\/em> <strong>Kerusakan pada sistem irigasi Babolon<\/strong> membuat aliran air terhenti, sawah mengering, dan <strong>petani kehilangan mata pencaharian<\/strong>. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar, tetapi juga <strong>mengancam ketahanan pangan daerah.<\/strong><\/p>\n<p>Ketua <strong>Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Batu Bara<\/strong>, <strong>Andriansyah, SH<\/strong>, menjelaskan bahwa sumber pengairan utama bagi \u00b110.065 hektare areal persawahan di empat kecamatan berasal dari <strong>Irigasi Babolon<\/strong>, yang dibangun pada 1980\u20131985 melalui kerja sama Indonesia\u2013Australia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3482\" src=\"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-51-962-edit_com.whatsapp.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"669\" srcset=\"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-51-962-edit_com.whatsapp.jpg 1080w, https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-51-962-edit_com.whatsapp-300x186.jpg 300w, https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-51-962-edit_com.whatsapp-1024x634.jpg 1024w, https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-51-962-edit_com.whatsapp-768x476.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<blockquote><p>\u201cIrigasi Babolon sejak awal mampu mengairi lima daerah irigasi besar di Batu Bara, yaitu Tanjung Muda (1.165 ha), Perkotaan (3.350 ha), Simodong (2.650 ha), Cinta Maju (1.540 ha), dan Purwodadi (1.365 ha). Namun kini, seluruh wilayah tersebut mengalami <strong>krisis air<\/strong>,\u201d ujar Andriansyah.<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h3>\ud83d\udccc Kronologi Permasalahan<\/h3>\n<p>Sumber air baku <strong>Irigasi Babolon<\/strong> berasal dari <strong>Sungai Bah Bolon<\/strong> di Kabupaten Simalungun, yang mengalir ke Sungai Tanjung dan Sungai Sidaludalu. Namun sejak 2022, sistem aliran mengalami kerusakan serius:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Elevasi lantai Bendung Sei Manggar lebih tinggi dari permukaan air<\/strong>, sehingga air lebih banyak mengalir ke Sungai Sidaludalu ketimbang Sungai Tanjung.<\/li>\n<li><strong>Sendimentasi tinggi di Sungai Tanjung<\/strong> membuat aliran air ke Daerah Irigasi Tanjung Muda, Perkotaan, dan Simodong semakin berkurang.<\/li>\n<li><strong>Bendung Cinta Maju jebol<\/strong>, sehingga air yang masuk ke Sungai Sidaludalu langsung terbuang ke laut tanpa bisa dimanfaatkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Akibatnya, lima daerah irigasi utama\u2014Cinta Maju, Purwodadi, Tanjung Muda, Perkotaan, dan Simodong\u2014tidak lagi mendapat pasokan air.<\/p>\n<hr \/>\n<h3>\ud83d\udcc9 Kerugian Petani<\/h3>\n<p>Dengan asumsi produksi padi normal <strong>7 ton per hektare per musim tanam<\/strong> dan dua kali panen setahun, potensi kehilangan produksi akibat kekeringan ini diperkirakan mencapai <strong>141.000 ton padi per tahun<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKehilangan produksi sebesar itu bukan hanya merugikan petani, tetapi juga berdampak pada <strong>ketersediaan pangan masyarakat<\/strong> secara luas,\u201d tegas Andriansyah.<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h3>\ud83d\udee0\ufe0f Upaya dan Solusi<\/h3>\n<p>Warga sudah melakukan berbagai upaya darurat, seperti <strong>gotong royong membangun tanggul pengarah<\/strong> aliran air ke Sungai Tanjung serta pembuatan tanggul sementara di Bendung Cinta Maju. Namun hasilnya belum maksimal.<\/p>\n<p>Masyarakat juga telah melakukan <strong>audiensi dengan Dinas PUPR Sumut<\/strong> dan mendapat perhatian dari Gubernur pada kunjungan <strong>11 Juli 2025<\/strong>. Sayangnya, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata.<\/p>\n<p><strong>HKTI Batu Bara mengajukan tiga solusi utama:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pembangunan check dam<\/strong> untuk meninggikan elevasi air di Bendung Sei Manggar.<\/li>\n<li><strong>Pengorekan sendimentasi<\/strong> di hilir Bendung Sei Manggar sepanjang \u00b17.000 meter.<\/li>\n<li><strong>Rehabilitasi Bendung Cinta Maju<\/strong> yang jebol.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<h3>\ud83d\ude4f Harapan Petani<\/h3>\n<p>\u201cAtas nama petani di Kabupaten Batu Bara, kami berharap <strong>Bupati Batu Bara<\/strong> segera menindaklanjuti permasalahan ini, serta mendorong sinergi bersama <strong>Pemprov Sumut dan pemerintah pusat<\/strong>,\u201d ungkap Andriansyah.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia juga memohon perhatian dari <strong>Gubernur Sumatera Utara, Menteri Pertanian, hingga Presiden RI<\/strong>, agar <strong>krisis irigasi di Batu Bara segera ditangani dengan serius<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPetani sangat berharap ada langkah cepat dan tegas dari semua tingkatan pemerintahan. Tanpa perbaikan irigasi, <strong>ketahanan pangan daerah bahkan nasional bisa terganggu<\/strong>,\u201d pungkasnya.<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Red<\/em><\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batu Bara (16\/09\/2025) \u2013 Ribuan hektare sawah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, sudah tidak bisa ditanami padi sejak 2022. Kerusakan pada sistem irigasi Babolon membuat aliran air terhenti, sawah mengering, dan petani kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3481,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[143],"tags":[792],"class_list":["post-3479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rakyat","tag-krisisirigasi-batubaradaruratair-hkti-ketahananpangan-petanimenjerit-sumutberkah-savepertanian"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan - Mediaanakindonesia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan - Mediaanakindonesia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Batu Bara (16\/09\/2025) \u2013 Ribuan hektare sawah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, sudah tidak bisa ditanami padi sejak 2022. Kerusakan pada sistem irigasi Babolon membuat aliran air terhenti, sawah mengering, dan petani kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mediaanakindonesia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-16T09:51:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"698\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin1\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin1\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin1\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2d03a9e16461f2115e273186612b9bc\"},\"headline\":\"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan\",\"datePublished\":\"2025-09-16T09:51:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/\"},\"wordCount\":453,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg\",\"keywords\":[\"#KrisisIrigasi #BatuBaraDaruratAir #HKTI #KetahananPangan #PetaniMenjerit #SumutBerkah #SavePertanian\"],\"articleSection\":[\"Suara Rakyat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/\",\"name\":\"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan - Mediaanakindonesia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-16T09:51:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2d03a9e16461f2115e273186612b9bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg\",\"width\":1080,\"height\":698},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/09\\\/16\\\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/\",\"name\":\"Mediaanakindonesia.com\",\"description\":\"Berita Anak Indonesia \",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2d03a9e16461f2115e273186612b9bc\",\"name\":\"Admin1\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9655c620fccb8de833eeb3aaa080af2f93314b4b0ee6a4fe4b6d0ed884816d9c?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9655c620fccb8de833eeb3aaa080af2f93314b4b0ee6a4fe4b6d0ed884816d9c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9655c620fccb8de833eeb3aaa080af2f93314b4b0ee6a4fe4b6d0ed884816d9c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin1\"},\"description\":\"Berita Anak Indonesia\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/mediaanakindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/admin1\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan - Mediaanakindonesia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan - Mediaanakindonesia.com","og_description":"Batu Bara (16\/09\/2025) \u2013 Ribuan hektare sawah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, sudah tidak bisa ditanami padi sejak 2022. Kerusakan pada sistem irigasi Babolon membuat aliran air terhenti, sawah mengering, dan petani kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)...","og_url":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/","og_site_name":"Mediaanakindonesia.com","article_published_time":"2025-09-16T09:51:21+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":698,"url":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin1","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin1","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/"},"author":{"name":"Admin1","@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/#\/schema\/person\/e2d03a9e16461f2115e273186612b9bc"},"headline":"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan","datePublished":"2025-09-16T09:51:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/"},"wordCount":453,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg","keywords":["#KrisisIrigasi #BatuBaraDaruratAir #HKTI #KetahananPangan #PetaniMenjerit #SumutBerkah #SavePertanian"],"articleSection":["Suara Rakyat"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/","url":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/","name":"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan - Mediaanakindonesia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg","datePublished":"2025-09-16T09:51:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/#\/schema\/person\/e2d03a9e16461f2115e273186612b9bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg","contentUrl":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Screenshot_2025-09-16-15-51-36-694-edit_com.whatsapp.jpg","width":1080,"height":698},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/2025\/09\/16\/sejak-2022-sawah-di-batu-bara-tak-bisa-ditanami-krisis-air-ancam-ketahanan-pangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejak 2022, Sawah di Batu Bara Tak Bisa Ditanami: Krisis Air Ancam Ketahanan Pangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/","name":"Mediaanakindonesia.com","description":"Berita Anak Indonesia ","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/#\/schema\/person\/e2d03a9e16461f2115e273186612b9bc","name":"Admin1","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9655c620fccb8de833eeb3aaa080af2f93314b4b0ee6a4fe4b6d0ed884816d9c?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9655c620fccb8de833eeb3aaa080af2f93314b4b0ee6a4fe4b6d0ed884816d9c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9655c620fccb8de833eeb3aaa080af2f93314b4b0ee6a4fe4b6d0ed884816d9c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin1"},"description":"Berita Anak Indonesia","sameAs":["https:\/\/mediaanakindonesia.com"],"url":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/author\/admin1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3479"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3483,"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3479\/revisions\/3483"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaanakindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}